Okeee. Kemarin, setelah aku ngetweet soal blog ini, tiba-tiba ada temen yang mention:
"Kali-kali dong ceritain OSIS/PK di blog kamu =) biar terkenal gitu =))"
NAH. FINALLY. GUE DAPET REQUEST!!! Jadi, tanpa pikir panjang, aku langsung mikir, "Besok wajib bikin artikel di blog!" :') Anyway, thanks sarannya ya.. Sekarang aku bakal ceritain tentang OSIS. *OSIS dulu ya, si gue belum terlalu kenal PK sih.. Maybe later;)*. Maap kalo bahasanya campur aduk Indonesia-Inggris :)
Desember 2011 kemarin, aku, dan 22 orang lainnya, di-Sertijab-kan sebagai OSIS angkatan 2011/2012. Kalian gak akan bisa bayangin deh, gimana bahagianya kita. Setelah empat (eh, lima?) kali diforum oleh teteh-teteh dan akang-akang yang kalau ngomong bikin kita berasa dieksekusi, akhirnya kita resmi juga jadi "anak OSIS". Berasa keren gitu ya. Goal buat numpang eksis pun tercapai sudah.. *EHH NGGAK! BOHONG BOHONG SUMPAH*
Ok, flashback dikit ya. Ketika para teteh dan akang memutuskan buat ngirim kita ke forum bersama (semacam ospek, tapi di satu ruangan dan dilaksanakan berbarengan), udah ada sedikit rasa kompak yang terbentuk. Misalnya, waktu kita kompakan gak akan ngejar teteh-teteh dan akang-akang waktu mereka "pundung." Udah kerasa banget sense of belonging-nya, gimana kita bakal kompak, gimana teamwork kita bakal langsung terbentuk, meskipun waktu itu kita belum melaksanakan that so-called Sertijab.
Belum juga 2 minggu kita selesai Sertijab, tiba-tiba Pak Tursino (frontalin aja, gak apa-apa kan?) ngumpulin kita buat rapat dan BAM! Beliau nyuruh kita buat menyelenggarakan Porseni. Secepatnya. Period.
We were shocked. Gila aja, baru ngejabat 2 minggu, tanpa pengalaman apapun, udah disuruh bikin Porseni lagi?! We thought it was impossible. Yah, sebenernya, it is impossible. Tapi somehow, kita bisa ngejalanin perintah sekolah dengan.... yah, sangat baik.
Bukan. Porseni pertama kita bukan acara gede gila-gilaan yang melibatkan sponsor, orang luar, guest star, dan hadiah yang mahal. It was more than that. Bukan dari segi kemewahan acaranya, tapi gimana acara itu berbekas di memori warga sekolah, dan gimana kerasnya kita kerja buat event pertama angkatan kita. Percaya deh, aku tahu. Aku tahu seberapa besarnya pengorbanan kita buat Porseni, setakut apa kita karena sibuk mikirin Porseni, tapi kita berusaha, and we made it. Once again, acara kita gak besar, tapi if you ever tried to appreciate the progress rather than the result, you'd be proud of us.
Setelah itu, liburan semester (kata liburan itu indah banget ya, ada kebahagiaan tersendiri yang muncul tiap nulis kata itu. Is it just me?). We had time to take a rest for a little bit, dan ketika sampai ke waktu sekolah, kita kerja lagi.
"Proyek" (cie) kita yang pertama untuk semester 2 adalah LDKS. LDKS itu.... sejenis camping, tapi diperuntukkan buat anak kelas 7, dengan metode yang berbasis "meningkatkan kemandirian dan kepemimpinan siswa, serta membangun akhlak yang lebih baik." Aku sih gak terlalu peduli. Aku bahkan gak bisa mandiri dan berakhlak mulia.
Tapi, LDKS kita ini berlangsung seru.... lumayan banget. Materinya sih masih ngikutin para pendahulu kita yang udah masuk SMA, tapi entah kenapa, kenangannya banyaaakk banget. Bukan cuma anak OSIS doang yang ikut, ada kakak kelas, perwakilan ekskul, etece etece. Tapi yang jelas seru. Banyak games, dan aku cukup menikmati suasana di sana.
Selanjutnya ada Maulid Nabi. Seru. Keren. What more can I say? Aku sakit sih ketika H-1 dan semua orang hectic nyiapin event, tapi my friend texted me and he said that mereka stay di sekolah sampai jam 9. Dijamin seru deh. Sayang banget aku gak ikut, dan malah ngebangke di rumah sambil ngeliatin layar hape.... Miris.
Bulan Mei, kita menyelenggarakan event besar terakhir yang amat sangat super sekali bikin capek: Pensi. It was like something that we, especially I could never ever forget, and we went through a lot of shits and craps back then. Just for the event. Banyak kritik, banyak kecaman, banyak orang yang act against Pensi, dan beberapa hal berbalik jadi sesuatu yang gak kita harapkan. Ada momen dimana kita ngerasa down banget, dan mikir bahwa gak mungkin kita bisa ngelanjutin event ini. Tapi kita bisa, dan kita berhasil.
Sekarang kita lagi ngurusin MOPD (eh. MPOD? MOS? Apa sih namanya?) buat anak kelas 7 yang baru masuk nanti. Mau gimana acaranya, masih belum ada bayangan. Tapi aku yakin kok, acaranya bakal sukses. Kenapa nggak sih?
Well.. The point from all my nonsense talking is, meskipun OSIS gak sempurna dan punya banyak masalah, tapi basically, kita ini kompak. Kenapa? Aku juga nggak tahu. Mungkin karakter kita sama, entahlah. But I found something really important about OSIS and I'm pretty sure I can never find it anywhere else: friendship. Jujur, aku gak pernah ngerasa sekompak ini sama kelompok manapun. Kita gak sempurna, tapi entah gimana, kita bertahan sampai sekarang, dan ketidaksempurnaan itu hampir selalu berhasil diperbaiki. Yeah, kita pernah berantem. Kita pernah saling sindir. Tapi apa itu bikin kita berhenti dan mendadak turun jabatan? Nggak, kan. Maybe we do belong together. Maybe it's our destiny to become a group, to become that "one thing" the teachers are talking about. We made mistakes, we have flaws, but we did and have it together, as a unity. What could be better?
I found love, friends, responsibility, and joy, that I probably will never find it anywhere, even if I traveled around the world. Keren sekali bagaimana kita bisa merasa begitu dekat dengan orang-orang yang dulunya sama sekali tidak kita kenal.
P.S.:
1. maap kalo grammarnya salah, maap kalo ceritanya ngelantur, maap kalo ngomongnya gak jelas, maap kalo gak semua event disebutin, maap kalo ngebosenin.. maklum belum makan..
2. buat yang belum tau anggota osis tuh siapa aja, nih: Adit, Mita, Auliya, Ahmad, Realdi, Shaumi, Wahyu, Yuni, Ilham, Cici, Dewi, Shinta, Reza, Dinda, Rully, Dephita, Indra, Syifa, Debby, Fazri, Granita, Anaknya Michael Jackson, Fania.. xx
No comments:
Post a Comment