Dulu, ketika aku masih duduk di bangku SD, pekerjaanku sehari-hari adalah membaca. Yup, membaca. Reading. La lecture. Lezing. Leitura. Atau apapun itu.
Sekarang, setelah duduk di SMP kelas 8, aku merasa kegiatan membacaku telah berkurang sedikit demi sedikit. Mungkin karena aku sibuk? Bisa saja. Atau mungkin juga karena aku tak punya bahan bacaan lain -- seluruh buku bacaan di rumah sudah habis aku lahap.
Nah, mungkin karena pada dasarnya I'm a bookworm, menjalani hidup lama-lama tanpa buku rasanya membosankan juga. Hidupku jadi hambar, kurang garam, atau mungkin kurang cuka. Ditambah lagi dengan rasa bosan yang selalu aku temui di sekolah, dan ketidakpuasan pada jutaan aplikasi yang sudah susah payah aku download di handphone-ku, pembawaanku jadi mudah marah dan depresi. Setelah aku selidiki penyebabnya, ternyata aku kekurangan makan buku.
Jadi, sudah dua minggu ini aku membongkar lagi lemari-lemariku yang berisi buku-buku lama. Banyak juga ternyata buku favoritku, dan aku mulai membaca mereka lagi, satu persatu, tentu saja. Rasanya menyenangkan sekali bisa kembali ke hobiku yang lama dan melupakan sedikit PR-ku yang menumpuk. Membaca buku merupakan kompensasi atas semua pelajaran membosankan di sekolah dan juga menjadi semacam pelarian dari dunia nyata ke dunia fantasi, melewati perjalanan yang menyenangkan melintasi lembaran-lembaran kertas yang harumnya tiada dua.
Untungnya, bibi dari ibuku (atau nenekku) datang dan menginap di rumahku. Berhubung nenekku senang membaca, tadi siang aku, nenekku, dan ibuku pergi berbelanja ke toko buku. Aku mendapatkan dua buku baru, dan yang sedang aku baca saat ini berjudul Eight Cousins, karangan Louisa May Alcott, yang juga merupakan pengarang buku laris Little Women. Bukunya seru sekali. Aku jadi tak sabar untuk melanjutkan "petualanganku".
I think that's all for now. I'm a little bit tired, my eyes hurt, and I got homeworks to do, jadi aku rasa aku harus pergi sekarang. Bye :)
No comments:
Post a Comment